Oleh: balemagazine | 24 September 2008

Menjadi Arsitek itu mahal harganya….

Masuk ke jurusan arsitektur mungkin tidak seberapa kalau mau dibandingkan dengan jurusan lain, bisa diambil contoh jurusan Pendidikan Kedokteran Umum, tapi kalau mau bicara soal proses sebenarnya mahalnya tidak kalah dari calon2 dokter ^.^

Arsitek membutuhkan perlengkapan peralatan yang lengkap dan harganya bukan main-main mahal, dan apakah saja alat-alat itu?
1. Drafting Machine
Nih alat biasanya dibutuhkan pada saat kuliah. Biasanya disebut mesin gambar. Harganya? Berkisar antara 10 juta sampai 20 juta. Memang sih sekarang alat ini mulai ditinggalkan, karena telah terganti dengan komputer. Tapi alat ini tetap dibutuhkan jika kita tidak menyukai gambar dengan komputer yang terkesan mati dan tanpa ekspresi. Tapi sekarang ini yang musim justru meja “kaca” dimana setelah mengerjakan d komputer disalin lewat meja kaca, yah, mungkin dengan meja kaca harganya bisa lebih murah ^.^

2. Komputer
Nah….alat ini lah yang mulai menggantikan drafting machine. Dengan komputer, kita bisa menggambar lebih cepat, terutama jika gambarnya adalah gambar yang berulang-ulang. Dengan perintah copy, semua bisa terlaksana dengan mudah :P Komputer khusus untuk arsitek tidak bisa seperti komputer yang biasanya ada di rental komputer ^^; Karena untuk menggambar dibutuhkan kemampuan yang besar dari komputer. Ya…komputer yang biasanya cukup memuaskan arsitek adalah komputer dengan spek untuk para gamers. Makanya…arsitek biasanya juga seorang gamers. Komputer untuk arsitek disarankan menggunakan graphic card yang terpisah dari memory utama komputer, supaya kinerja komputer makin baik. Harganya? Hmm…..berkisar antara 10 jutaan juga sih untuk PC. Kalo untuk Mac, bisa lebih mahal lagi. Sekitar 20 jutaan lah. Tapi kalo masih mahasiswa, komputer jangkrik biasa yang harganyanya 5-7 jutaan sudah cukup memadai :)

3. Software CAD dan Graphic
Nah… ini yang tak kalah mahal ^^; Software CAD dan Graphic mutlak dimiliki oleh para arsitek yang menggunakan komputer sebagai alat bantu desainnya. Software CAD ada banyak macamnya. Harganya…berkisar antara $300 sampai $4000!!!!!! Oooo My GOD!!!! Semahal itu? Yah…begitulah software original ^^; Beberapa software yang sering digunakan oleh arsitek antara lain adalah AutoCAD, Corel Draw, Adobe Photoshop, 3D Max, 3D Viz, ArchiCAD,Sketchup Pro, dan masih banyak software lain…. dan tentu saja….. Software office seperti Microsoft Office atau pun Apple Office ^^; Itupun kalo mahasiswa arsitektur punya niat untuk beli software dengan lisensi asli, kalau yang bajakan sih, yah gratis lah tentu saja

4. Printer dan Plotter
Untuk mencetak gambar, tentu diperlukan printer. Printer yang biasa digunakan adalah printer yang bisa mencetak dengan kertas A3. Printer seperti ini banyak didapatkan di Indonesia. Mereknya pun bermacam-macam seperti Canon, Epson, dan HP. Harganya berkisar antara 2-4 juta an. Untuk gambar yang lebih besar, biasanya digunakan plotter. Plotter bisa mencetak sampai besar kertas A0 dan bisa mencetak diatas kertas kalkir. Harganya? berkisar antara $2.000 sampai $20.000!!!!! T_T Mahal ya ^^;

5. Scanner
Nah…ini juga alat yang penting buat arsitek. Scanner yang biasa dijual dipasaran adalah scanner-scanner kecil yang tidak bisa digunakan untuk men-scan gambar-gambar ukuran besar. Harga scanner yang bisa men-scan sampai kertas A0 adalah sekitar $18.000 sampai $32.000. Tapi tenang aja, alat ini jarang kok digunakan :)

6. Alat-alat lain
Alat-alat lain ini misalnya adalah Projector dan Notebook. Urgensinya sih paling cuma buat presentasi. Tapi alat-alat ini biasanya disediakan oleh klien pada saat presentasi. Kalo pun tidak ada, kita masih bisa menyewa nya. Tapi disarankan agar arsitek pun memiliki nya. Harga notebook nya berkisar antara 10 juta sampai 20 jutaan. Harga sebuah Projector pun berkisar segitu :)

Bisa dilihat kan, bagaimana menjadi arsitek yang profesional itu mahal sekali harganya, jadi kalau mau menjadi seorang arsitek harus punya tabungan yang cukup ^.^

banyak disadur dari berbagai sumber internet

About these ads

Responses

  1. mbak mbak, jualan ya mbak…?
    he3

  2. Kalau memang niat..ya harus modal..
    Tapi mungkin semua peralatan yg mahal harganya itu tidak harus semua dimiliki.Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka yg paling diperlukan sekarng mungkin komputer dengan spek yang sesuai dgn kebutuhan untuk perseorangan atau kelompok kecil.Hidup arsitektur!!!^^

  3. jadi arsitek apa buka usaha nih??

  4. Yah, dari beberapa sumber mahasiswa Arsitektur Brawijaya yang kami tanyai menjawab kalo selama mereka kuliah di arsitektur, dana yang mereka keluarkan sudah tidak tanggung-tanggung, untuk mbuat maket, ngeprint, beli kertas, penggaris, ngeplot, dll
    :)

    mahal kan?

  5. Thats true………

    bener banget…kompie buat IT pun terasa ecek2 buat ngerjain SPA.
    pas kul dapet kompie dari rempesan my broth…menjelang tugas akhir mau ga mau kudu upgrade… supaya project resortnya rampung…

    skrg dah alumni, mao ngincer note book arch. ngumpulin dari sebagian salary…

    buat adek2…..
    berjuanglah!!!!

  6. apalgi komputer buat arsitek spek nya beda ma pekerja2 yg laen ^^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: